Lokasi memegang peranan amat penting untuk bisnis yang berbasis kedatangan pelanggan, seperti halnya bisnis klinik gigi yang bisnisnya berbasis kedatangan pasien. Ketika akan mendirikan sebuah klinik, kita membuat studi kelayakan bisnis (feasibility study) berdasarkan lokasi akan didirikannya klinik gigi, guna menilai tingkat kelayakan bisnis klinik gigi kita di lokasi tersebut. Namun bagaimana halnya dengan klinik gigi yang sudah terlanjur didirikan, namun ternyata lokasinya sepi?. Ini bisa terjadi karena memang sebelumnya tidak dibuatkan dahulu feasibility study nya, atau memang karena kita sudah mempunyai tempat (ruko) terlebih dahulu di lokasi tersebut, lalu dibuatkan klinik gigi.

 

Langsung memindahkan klinik gigi kita yang sudah didirikan sebelumnya namun ternyata sepi pasien ke lokasi yang “diperkirakan” ramai pasien adalah merupakan tindakan yang sama cerobohnya dengan saat kita mendirikan klinik gigi ini sebelumnya dengan tanpa melakukan feasibility study. Apabila kita sudah terlanjur mendirikan klinik gigi di suatu lokasi dan merasa bahwa hasil bisnisnya tidak seperti yang diharapkan, maka tindakan pertama yang kita lakukan adalah memberdayakan dahulu semua sumber daya dan peluang yang ada di lokasi klinik gigi kita. Karena dengan memindahkan klinik gigi kita ke lokasi lain, itu pun tidak mudah, karena juga akan menambah biaya perpindahan, biaya renovasi interior, biaya marketing untuk memperkenalkan klinik gigi kita di lokasi yang baru dan biaya lainnya.

 

Artikel terkait : Business Plan Klinik Gigi

 

Market Research

Market research (studi pasar) adalah sebuah kegiatan yang dilakukan oleh klinik gigi untuk mengetahui kondisi pasar (pasien) yang ada di lokasi klinik gigi kita. Market research menghasilkan sebuah laporan mengenai segmentasi pasien yang ada disekitar lokasi klinik gigi kita, dan juga menghasilkan daya beli serta layanan yang banyak diperlukan oleh pasien yang berada di sekitar klinik gigi kita. Hasil dari market research ini akan menjadi masukan bagi pengelola/pemilik klinik gigi untuk mengambil tindakan bisnis selanjutnya guna menyelamatkan bisnis klinik giginya.

 

 

Artikel terkait : Analisa SWOT pada Klinik Gigi (3) : Opportunity

 

Sebagai contoh, misalkan kita sudah mendirikan sebuah klinik gigi di sebuah lokasi dengan segmentasi menengah ke atas. Lokasi klinik gigi kita berada di dekat area industri dan perkampungan. Lalu kita merasakan klinik gigi kita tidak ramai seperti yang diharapkan. Hal ini bisa terjadi karena segmentasi pasien yang kita rencanakan (menengah keatas) tidak sesuai dengan segmentasi pasien yang ada di sekitar lokasi klinik gigi kita (menegah kebawah). Hal ini bisa kita ketahui setelah kita membuat market research. Dengan hasil market research, pengelola/pemilik klinik gigi bisa memutuskan dua hal; Pertama, tetap bertahan di lokasi awal, namun harus melakukan penyesuaian klinik giginya dengan segmentasi pasien yang tersedia di sekitar lokasi klinik giginya (menengah ke bawah). Kedua, pengelola akan tetap dengan segmentasi pasien pada awal pendirian klinik (menengah keatas), namun harus pindah ke lokasi lain yang feasible dengan segmentasi menengah ke atas.

 

Artikel terkait : Due Diligence Klinik Gigi

 

Feasibility Study

Apabila diputuskan untuk tetap mempertahankan segmentasi menengah keatas, dengan alasan bahwa sudah mempunyai dental unit yang bagus, mempunyai perangkat interior yang lux, tenaga dokter yang memang biasa menangani pasien-pasien segmentasi menengah keatas, maka yang harus dilakukan adalah melakukan feasibility study pada lokasi baru yang disasar. Feasibility study dibuat untuk menilai kelayakan rencana bisnis kita terhadap lokasi yang direncanakan, meliputi kelayakan segmentasi pasar dan juga kelayakan finansial. Kelayakan segmentasi pasar untuk memastikan bahwa pasar yang tersedia cocok dengan segmentasi rencana kita. Kemudian kelayakan finansial, guna memastikan biaya yang diperlukan untuk perpindahan ini masuk dalam anggaran kita sebagai pengelola klinik gigi. Yang tidak kalah pentingnya adalah, hasil feasibility study ini juga akan menghasilkan perkiraan waktu break even point (BEP). BEP memberitahukan kita perkiraan kapan titik impas (balik modal) bisnis klinik gigi kita tercapai. Ini juga menjadi pertimbangan penting bagi pengelola klinik gigi.

 

 

Artikel terkait : Feasibility Study

 

Apabila hasil feasibility study tidak cocok dengan kriteria yang ditetapkan oleh pengelola klinik (kelayakan segmentasi pasar, kelayakan finansial dan BEP), maka kita harus mencari lokasi lain lagi yang pas dengan kriteria yang kita harapkan. Hal ini akan jauh lebih baik, dibandingkan kita langsung memindahkan klinik gigi kita ke lokasi baru, untuk kemudian kembali mencari-cari lokasi lain, karena kinerja bisnis klinik gigi kita tidak sesuai dengan yang diharapkan, hanya karena kita tidak “rajin” membuat feasibility study sampai ditemukan lokasi yang cocok.

 

Artikel terkait : Siapkah kita memiliki bisnis klinik gigi sendiri?

Comments powered by CComment